Formakasumenep
FORMAKA : Sukses Gelar Kuliah gerakan Dan Harlah Yang ke - V
Formaka : Coming Soon Kuliah Gerakan Dan Harlah
Sumber Foto : Ig, Formaka
FORMAKA SUMENEP, Akan segera laksanakan KULIAH GERAKAN & HARLAH YANG KE – V
FORMAKA ( Forum mahasiswa kangayan ) akan segera gelar kegiatan formal kaderisasi kedua setelah sekolah organisasi (SO ) yaitu, kuliah gerakan (KG) sekaligus perayaan hari ulang tahun formaka yang ke v, yang bertempat di Badan perencanaan pembangunan daerah ( BAPPEDA ) dengan tema : "Revitalisasi Kader Formaka yang revolusioner cerdas, kritis, dan progresif yang berjiwa idealis".
Ketua panitia Andiyanto mengatakan, acara kuliah gerakan dan harlah tersebut sudah siap 70 %. Hal itu di sebabkan karena adanya sedikit kendala, terutama pada persoalan surat menyurat yang belum di sebar secara menyeluruh, dikarenakan kondisi cuaca yang kurang bersahabat pada akhir dan awal tahun.
Sehubungan dengan acara kuliah gerakan (KG) dan harlah tersebut, Ketua umum FORMAKA "ALIMNI" menegaskan kepada seluruh panitia untuk lebih memaksimalkan kinerja dari masing masing divisi yang bertugas demi kelancaran acara tersebut.
Dan ketua umum juga mengatakan:
pasca sekolah organisasi ( SO ) juga telah di tentukan dan di bentuk terlebih dahulu kepanitiaan yang akan bertugas mensukseskan dan mempersiapkan acara kuliah gerakan dan harlah tersebut. Ujarnya
Kepanitiaan yang di ambil dari seluruh angkatan 2021, yang masing masing di bagi dalam beberapa divisi yang berbeda, untuk mempersiapkan acara kuliah gerakan dan harlah tersebut.
Selama proses persiapan terdapat beberapa kendala yang sedikit menghambat proseses persiapan.
Namun hal itu bisa di minimalisir dan di atasi berkat spirit perjuangan dan loyalitas panitia terhadap organisasi FORMAKA yang akan segera menggelar acara kuliah gerakan dan harlah tersebut.
Adapun beberapa kendala yang sedikit menghambat persiapan acara antara lain; seperti kondisi cuaca dan curah hujan yang tidak bersahabat, sibuknya panitia terhadap tugas di akhir menjelang Ujian Akhir Semester (UAS ), dan adanya acara ekstra individu dari masing2 panitia yang tidak bisa di tinggalkan.
Redaktur : Aris Fatullah
Editor : Yais
Formaka : "Fasilitas Krisis, Rakyat Menangis"
“Fasilitas Krisis, Rakyat Menangis”
“pembangunan dan fasilitas umum tak kalah penting dengan kebutuhan
pokok manusia”
Pembangunan dan fasilitas pemerintah merupakan salah satu modal
terpenting dalam kemajuan suatu negara untuk memperbaiki berbagai aspek
kehidupan masyarakat yang dilakukan melalui upaya-upaya sadar demi perubahan
yang lebih baik dan sejahtera.
Namun pada kenyataannya saat ini pembangunan dan fasilitas yang ada
di kepulauan kangean masih jauh dari kemerataan yang diharapkan terkhusus
pembangunan dan fasilitas di Kecamatan Kangayan seperti halnya jalan raya,
jaringan telekomunikasi, pasar, catatan sipil (Capil) dan lain-lainnya.
Jalan merupakan fasilitas transportasi penting bagi masyarakat
karena berpengaruh pada kegiatan dan aktivitas sehari-hari, jalan adalah akses
menuju tempat tertentu yang dituju. dalam hal ini salah satu permasalahan jalan
raya di Kecamatan Kangayan ada dibeberapa titik yang harus mejadi perhatian
khusus seperti jalan jati panjang, jalan kambata dan jalan selatan rute desa
Batu Putih-desa Cangkaramaan.
Tidak dapat dipungkiri bahwa siapapun
saat ini membutuhkan layanan telekomunikasi berbasis jaringan bergerak seluler,
seiring ketergantungan masyarakat untuk dapat berkomunikasi di mana saja dan
tetap terkoneksi dengan jaringan Internet dimanapun, namun yang terjadi di
beberapa daerah kecamatan Kangayan masih ada yang tidak tersententuh jaringan
telekomonikasi secara normal semisal di desa Daandung, Cangkaramaan,
Tembayangan, Jukong-jukong, Dusun Paregi (desa torjek) dan desa Timur Jang-jang.
lebih lanjut Pasar sejatinya merupakan tempat
bergeraknya perekonomian, sehingga untuk memperkuat sektor ekonomi dalam upaya
meningkatkan kesejahteraan dapat diutamakan melalui keberadaan pasar, akan
tetapi dalam hal ini pasar di kecamatan Kangayan keberadaannya masih dapat
dipertanyakan, maka pemerintah harus bisa membenahi secara menyeluruh dari
keberadaan hingga pengelolahan pasar sebagai fasilitas daya beli masyarakat.
Tugas pemerintah dalam bidang administrasi
kependudukan (Adminduk) diawali dengan memberikan identitas bagi setiap warga
Negara, Bayangkan jika warga negara Indonesia ada yang tidak tercatat dalam
database kependudukan, Yang bersangkutan tidak akan bisa mendapatkan pelayanan
publik di bidang kesehatan, perbankan, tidak akan bisa mendapatkan bantuan
sosial, Sebab semua layanan publik itu berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).
dalam hal ini pelayanan pembuatan KTP, KK, dan Akta lahir di Capil kecamatan
Kangayan sangat lambat bahkan harus menunggu beberapa bulan untuk selesai
dengan alasan terkendala alat percetakannya rusak yang berkepanjangan.
Dari persoalan itu banyak sekali masyarakat yang
mengeluh terkait pembangunan dan fasilitas maupun pelayanan dikecamatan
Kangayan, akan tetapi dapat disayangkan karna tidak adanya keberanian untuk
menyuarakan aspirasi secara terbuka kepada pemerintah setempat maupun pemerintah
pusat.
Akhirnya, perlu kiranya ada pembenahan secara
mendalam dan masif terkait pembangunan dan fasilitas masyarakat yang ada di
kecamatan Kangayan untuk kesejahteraan bersama, selaras dengan yang dikatakan
oleh priseden republic Indonesia yakni Ir Joko Widodo “Pemerintah ingin
rakyat-rakyat Indonesia yang berada di pinggiran, di kawasan perbatasan, di
pulau-pulau terdepan, di kawasan terisolir merasakan hadirnya negara, merasakan
buah pembangunan, dan merasa bangga menjadi Warga Negara, Negara Kesatuan
Republik Indonesia,” disampaikan dalam sidang tahunan majelis permusyawarata
rakyat Republik Indonesia (MPR-RI), di Gedung Nusantara, Jakarta.
Formaka “abhental ombe’, asapo’ angin”
FORMAKA: Adakan Sekolah Organisasi
Forum mahasiswa kangayan (FORMAKA) adakan kegiatan Sekolah Organisasi (SO) dengan tema "Membentuk kader yang berwawasan luas serta progres dalam memperjuangkan visi misi organisasi" pada hari sabtu 24 September 2022 bertempat di Balai Desa Pandian Sumenep.
Cerimonial kegiatan itu di mulai sekitar pukul 08:15 WIB dan di lanjutkan dengan sambutan ketua umum yang di sampaikan oleh Alimni.
Dalam sambutannya ia menyampaikan beberapa motivasi untuk memberikan semangat kepada para peserta yang hadir.
"Forum mahasiswa kangayan (FORMAKA) merupakan sebuah organisasi yang menjadi wadah bagi para mahasiswa kepulauan Kangean kecamatan kangayan yang sedang menjalani pendidikan perguruan tinggi yang berdomisili di kabupaten Sumenep, Saya sangat berharap kepada para peserta sebagai regenerasi organisasi untuk tetap semangat berproses karna organisasi ini merupakan sebuah alat perjuangan untuk kemajuan pulau Kangean umumnya dan terkhusus kecamatan kangayan", ujarnya.
Alimni sebagai ketua umum dalam sambutannya menyampaikan maksud diadakannya kegiatan yang akan berlangsung selama satu hari itu.
"tujuan di adakannya kegiatan ini untuk pengenalan dan diklat anggota baru Forum Mahasiswa Kangayan (FORMAKA), dan juga untuk memberikan pemahaman tentang sejarah Forum Mahasiswa Kangayan (FORMAKA) serta materi materi yang perlu di pahami dalam berproses diorganisasi", terangnya.
Setelah penyampaian sambutan, acara cerimonial di tutup dan langsung di lanjutkan dengan inti acara yakni pemaparan materi.
Redaktur : Aris Fatullah
Formaka adakan kajian sejarah filsafat
SEJARAH FILSAFAT
Pengurus dan
kader FORMAKA (Forum Mahasiswa Kangayan) Sumenep adakan kajian Filsafat sebagai
rutinitas kegiatan mingguan dengan tema “Sejarah Filsafat” yang
bertempat disebelah timur kantor pemerintah kabupaten (Pemkab) Sumenep Pada
hari minggu tanggal 04 Desember 2022, Kajian tersebut dipandu atau dimoderatori
oleh saudara Aris Fatullah dan pematerinya adalah Agus Safindi dan dihadiri langsung
oleh ketua umum Formaka yakni Alimni.
Diskusi itu
dimulai pukul 19:30 WIB yang dipimpin oleh moderator dan dilanjutkan dengan pemaparan
pemateri terkait sejarah filsafat yaitu bahwa “kelahiran pemikiran filsafat
diawali pada abad ke-6 SM yang ditandai oleh runtuhnya kepercayaan orang-orang
terhadap dongeng-dongeng yang selama itu menjadi pembenaran dalam setiap gejala
alam, filsafat yunani pada masa itu berhasil mematahkan mitos dan terus menerus
mencari jawaban rasional tentang asala usul dan kejadian alam semesta. sangat
jelas masyarakat yunani tidak mengutamakan rasio atau pemikiran logis dan hanya
pecaya kebenaran yang bersumber pada mitos (dongeng-dongeng) lalu dianggapnya
sebagai kebenaran mutlak”.
Dilanjut pada
abad ke-6 SM juga banyak ahli pemikir yang menyangkal adanya mitos sehubungan
dengan itu ahli pemikir membuat suatu konsep yang dilandasi dengan akal sehat
(Rasional), Yang ditandai dengan tiga faktor lahirnya filsafat Yunani yaitu
bangsa yunani yang kaya akan mitos, karya sastra yunani, pengarus ilmu
pengetahuan dari babylonia (Mesir) di lembah sungai Nil.
Filsafat
dewasa ini dapat ditarik secara garis besar sejarah perkembangannya ada empat zaman yakni zaman
yunani, zaman pertengahan, zaman renaisans dan modern. dalam perjalananya
filsafat mengalami kemunduran pada abad pertengahan dikarenakan doktrin aturan Kristen
memberikan batas-batas untuk berfikir sehingga mengungkung para ahli fikir dan tak
pelak banyak yang dihukum mati" Ujarnya.
Setelah
pemaparan materi dilanjut dengan sesi tanya jawab pada pukul 20:30 WIB, disesi
tersebut banyak peserta yang bertanya secara antusias terkait sejarah filsafat pada periode yunani kuno. Saudara izan dari
angkatan 2022 bertanya tentang "apakah filsafat yunani bukankah bagian
dari penjajahan secara intelektual kepada pemikiran islam?, karena lahirnya konsep
Kesetaraan Gender Antara Lelaki dan perempuan dalam berasal dari pemikiran
baratdari itu sebenarnya menyalahi dalam aturan islam" setelah itu
moderator memberikan kesempatan kepada peserta untuk menjawab pertanyaan
tersebut dan saudara Zainur Rafiq dari angkatan 2021 Menanggapi bahwa Filsafat
adalah metode berpikir dengan analogi ibarat pisau yang terus diasah untuk
ketajaman berpikir bukan persoalan penjajahan.
Agus
Safindi selaku pemateri menanggapi dan memberikan jawaban secara rinci bahwa Filsafat adalah proses
berpikir bukan bagian dari penjajahan dengan rasionalisasi pada zaman skolaistik
islam banyak sekali para ahli pikir yang berasal dari islam seperti Abu Bakar
Ar-Razi memberikan pencerahan terhadap orang-orang yang kerap kali menafsiri Al-Qur’an
secara kaku. lebih lanjut pemateri juga menyampaikan justru Al-Qur’an
menganjurkan kepada seluruh umat manusia untuk selalu berfikir dan yang
membedakan antara manusia-hewan adalah pola fikir itu sendiri, disebutkan juga
banyak sekali para tokoh filsuf dari islam seperti Ibnu Sina, Al-kindi,
Al-hallaj, Al-Ghazali dan lain lainnya.
Terkait
dengan kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan pemateri menjawab bahwa
persoalan itu bukan dalam konteks ke-islaman akan tetapi pada realitas sosial
yang terjadi pada masa dulu dan masa kini, bahwa perempuan juga punyak hak yang
harus diperhitungkan bersama semisal dalam ranah public, politik pendidikan dan lainnya.
Pemateri juga
memberikan pepahaman bahwa filsafat itu cukup diamini saja jangan diyakini, filsafat
itu sebagai pisau analisa untuk mencari jawaban-jawaban dari kebenaran yang semu
apalagi di zaman yang serba digital seperti saat ini.
Setelah
sekian banyak pertanyaan yang telah diajukan oleh peserta diskusi, moderator
kembali mengambil alih untuk segera menutup kajian karena dirasa sudah larut
malam, tepat pada pukul 22:53 WIB diskusi rutinan itu moderator mencukupkan
diskusi dan ditutup dengan kesimpulan-kesimpulan yang singkat dan jelas.
Penulis :
Mifta Angkatan 2020
Formaka : Kajian Rutin Angkatan 2022
Foto : Anggota Formaka
KAJIAN RUTIN ANGKATAN 2022 FORUM MAHASISWA KANAGAYN
Forum mahasiswa kangayan angkatan 2022 melaksanakan kajian rutin mingguan pada malam minggu tanggal 19 november 2022 dari pukul 19.00 hingga pukul 22.00 bertempat di taman tajamara kabupaten Sumenep.
Pada agenda kajian rutin kali ini formaka 2022 dengan tema "manajemen organisasi" yang di moderatori oleh saudari Zaina Wahyufi dan di Fasilitatore oleh saudara Rian Arianto
sekilas moderator memberikan stimulus waktu membuka acara kajian, bahwa manajemen organisasi bisa diartikan sebagai proses perencanaan, pengelompokan, pemantauan dalam sebuah organisasi. Dimana setiap individu di dalamnya memiliki peran masing-masing untuk bisa lebih cepat mewujudkan tujuan dari organisasi tersebut.
Dan di jelaskan oleh pemateri saudara Rian secara rinci tentang manajemen Secara etimologi atau bahasa kata manajemen diambil dari bahasa Prancis kuno, yaitu management, yang artinya adalah seni dalam mengatur dan melaksanakan.
Sedangkan menurut para ahli Menurut George Robert Terry, mengemukakan manajemen adalah sebuah proses yang khas yang terdiri dari beberapa tindakan, yakni perencanaan, pengorganinasian, menggerakkan, dan pengawasan.
Sedangkan Organisasi sendiri secara etimologis berasal dari kata organon atau dalam bahasa yunani yang berarti alat, atau organ seperti anggota tubuh, kepala dll.
Adapun menurut para ahli seperti Robbins mengatakan, bahwa: “Organisasi adalah kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat di identifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.”
Dan sedikit tambahan dari audien yakni saudara arif terkait dengan fungsi manajemen yang tergabung dalam beberapa konsep yang dinamakan POACE yang memiliki arti dan fungsi yaitu planing,( perencanaan) organizing( pembagian tugas ) actuating ( pelaksanaan) controling ( pengontrolan dan pengawasan, evaluating ( evaluasi ) dan juga direction ( meengarahkan) .
Redaktur : Aris Fatullah
formaka: gerakan literasi
Formaka; gerakan literasi
Pada tanggal 05-07 Oktober 2022
pengurus Formaka (Forum Mahasiswa Kangayan) Sumenep adakan gerakan literasi
yang bekerja sama dengan Warkop Cuan Sumenep, pasalnya melihat kondisi minat
baca buku dikalangan mahasiswa Sumenep sangat rendah.
secara sederhana literasi dapat kita artikan sebagai sebuah
kemampuan membaca dan menulis, namun literasi itu sendiri sebenarnya memiliki
makna yang luas bukan lagi bermakna tunggal melainkan mengandung beragam arti (multi
literacies) semisal melek tekhnologi, melek informasi, dan berfikir kritis.
Berbagai faktor
ditengarai sebagai penyebab rendahnya budaya literasi, namun kebiasaan membaca
dianggap sebagai faktor utama dan mendasar. Padahal, salah satu upaya
peningkatan mutu sumber daya manusia agar cepat menyesuaikan diri dengan
perkembangan global yang meliputi berbagai aspek kehidupan manusia adalah
dengan menumbuhkan masyarakat yang gemar membaca. Kenyataannya sebagian orang
masih menganggap aktifitas membaca untuk menghabiskan waktu, bukan mengisi
waktu dengan sengaja. Artinya aktifitas membaca belum menjadi kebiasaan (habit)
tapi lebih kepada kegiatan ’iseng’.
lebih lanjut, Kualitas
suatu bangsa ditentukan oleh kecerdasan dan pengetahuannya, sedangkan
kecerdasan dan pengetahuan dihasilkan oleh seberapa ilmu pengetahuan yang di
dapat, sedangkan ilmu pengetahuan didapat dari informasi yang diperoleh dari lisan
maupun tulisan. Semakin banyak penduduk suatu wilayah yang haus akan ilmu
pengetahuan semakin tinggi kualitasnya.
Kualitas suatu
bangsa biasanya berjalan seiring dengan budaya literasi, faktor kualitas
dipengaruhi oleh membaca yang dihasilkan dari temuan temuan para kaum cerdik
pandai yang terekam dalam tulisan yang menjadikan warisan literasi informasi
yang sangat berguna bagi proses
kehidupan social yang dinamis. Para penggiat pendidikan sepakat bahwa pintu
gerbang penguasaan ilmu pengetahuan adalah dengan banyak membaca.
Penguasaan
literasi dalam segala aspek kehidupan memang menjadi tulang punggung kemajuan
peradaban suatu bangsa. Tidak mungkin menjadi bangsa yang besar, apabila hanya
mengandalkan budaya oral yang mewarnai pembelajaran di lembaga sekolah maupun
perguruan tinggi.
Dari itu, pengurus
formaka (forum mahasiswa kangayan) sumenep berharap penuh agar literasi di
daerah Sumenep harus meningkat terlebih bagi kalangan pelajar sebagai generasi
emas.
FORMAKA : Sukses Gelar Kuliah gerakan Dan Harlah Yang ke - V
Foto : Peserta Kuliah Gerakan Dan Harlah Forum mahasiswa kangayan ( FORMAKA ) sukses menggelar kuliah gerakan dan harlah yang k...
-
Sumber Foto : KANGEAN.NET “Fasilitas Krisis, Rakyat Menangis” “pembangunan dan fasilitas umum tak kalah...
-
Sumber Foto : Ig, Formaka F ORMAKA SUMENEP, Akan segera laksanakan KULIAH GERAKAN & HARLAH YANG KE – V ...
-
Foto : Peserta Kuliah Gerakan Dan Harlah Forum mahasiswa kangayan ( FORMAKA ) sukses menggelar kuliah gerakan dan harlah yang k...



.jpeg)
